Minggu, 27 Agustus 2017


        Pulau Kalimantung begitulah masyarakat setempat menyebutnya terletak di wilayah Kabupaten Tapanuli-Tengah, Sumatra-Utara berada di gugusan Kepulauan Mursala yang dikenal dengan air terjun yang langsung ke laut. Dengan menggunakan kapal wisata menuju pulau ini hanya membayar satu setengah juta rupiah berpenumpang sepuluh sampai lima belas orang dan jarak tempuh kurang lebih satu setengah jam dari Kota Pandan  wisatawan dapat menikmati perjalanan pulang pergi, disarankan perginya beramai-ramai agar lebih hemat kalau berejeki lebih dengan penumpang lebih sedikit tetap berangkat bisa dikompromikan kepada pembawa kapal sesuai dengan khas keramahtamahan warga daerah pesisir.


          Hamparan pasir putih yang bersih airnya jernih karang-karang yang indah terus berkembang dapat wisatawan saksikan jika berkunjung ke pulau ini, terdapat juga sampah di beberapa titik pantai bekas pengunjung sebelumnya yang belum sadar dengan kelakuannya jangan sampai surga yang tersembunyi ini menjadi tidak lagi dikagumi wisatawan yang berkunjung kemari karena semakin rusaknya karang-karang atau pantainya yang sudah mulai kotor ya dikarenakan pulau ini tidak berpenghuni maka diharapkan dengan kebiasaan masing-masing wisatawan untuk menjaganya.

Jumat, 10 Maret 2017

     Berangkat dari Jakarta pada 03 Maret 2017 pukul 20.00 WIB ototouring bergerak menuju Bandar Lampung dengan hujan yang menjadi penyemangat perjalanan agar terasa lebih dingin terus menjaga jangan sampai kedinginan team menikmati perjalanan seraya minum kopi instant botolan. Bukan sekedar touring atau bersenang-senang melainkan bertujuan untuk mengenalkan betapa pentingnya pelestarian lingkungan habitat makhluk hidup gajah liar, badak, harimau dan menjangan. Way Kanan tujuan di Lampung, istirahat pada tanggal 04 Maret 2017 pukul 14.00 WIB team tiba di Way Jepara rumah Bapak Verizal teman dari Bapak Sumito yang merupakan Public Relation Oto Lovers dan ketua rombongan ototouring to Palembang.

   Team melanjutkan ke lokasi Way Kanan pada 05 Maret 2017 pukul 08.00 WIB, tidak semua orang dapat akses masuk karena berhubungan langsung dengan hutan alam bebas liar dan signal hand phone memang tidak dapat terjangkau.Team mendapat kesempatan memasuki zona yang tidak dapat diakses publik. Ditemani oleh petugas kehutanan menginformasikan kepada team bahwa area lintasan yang ototouring lalui merupakan jalan habitat gajah liar, badak, harimau, menjangan. Dari pemaparan petugas kehutanan mereka pernah bertemu langsung 'mbah' atau gajah disebutnya, badak, harimau, dan menjangan. Kebenaran setelah menuju jalan pulang dari Way Kanan menuju pos pertama salah seorang dari team melihat menjangan melintas dengan cepat. Adapun kalau bertemu dengan gajah liar,badak, dan harimau jangan panik semua tergantung amal ibadah seseorang, karena manusia merupakan makhluk mulia dari makhluk lainnya.

     Pesan yang disampaikan petugas kehutanan dapat dipahami bahwa setiap manusia memiliki ikatan yang kuat dengan alam, jangan sampai hutan rusak karena kepentingan golongan orang tertentu degan maraknya illegal logging atau perburuan gading gajah yang konon katanya dijadikan pipa rokok atau tongkat sebagai cendera mata bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan. Setelah lelah seharian berkeliling hutan team memutuskan beristirahat kembali dan melanjutkan perjalanan esok dipagi hari. 06 Maret 2017 pukul 08.00 WIB team berangkat kembali menuju Palembang, tepat pukul 20.00 WIB team sudah tiba di Palembang kemudian bermalam disalah satu hotel. 07 Maret 2017 pukul 10.00 WIB team melanjutkan kegiatan city tour . Pulau Kemaro tujuan destinasi wisata team merupakan pulau bersejarah lengakap dengan kisah legendanya, setelah itu team mampir ketempat makanan khas palembang 'mpek-mpek' yang cukup ramai pengunjungnya dan tidak lupa mengabadikan foto di icon kota Palembang Jembatan Ampera. Pukul 19.00 WIB team bergerak menuju Jakarta.
  
    Dalam perjalanan malam pulang menuju Jakarta team sudah lelah yang terjawab di hati masing-masing biker 'lelahku, bahagiaku' belum lagi jalanan yang penuh lubang mulai dari Kabupaten Ogan Kemiring Ilir sampai perbatasan antara Sumatera Selatan dan Bandar Lampung, memasuki Kabupaten Mesuji sampai kondisi mencekam hutan sepanjang jalan di wilayah Menggala. Pada 08 Maret 2017 pukul 09.00 WIB team sudah berada di Bakauheni untuk kembali menyeberang menuju Merak. Selain kondisi fisik harus dijaga, kendaraan prima juga harus terjaga kebersamaan dan kekompakan team dalam touring sangat penting dan hal ini perlu digarisbawahi untuk setiap akan melakukan touring jarak jauh termasuk penulis sendiri karena ini merupakan touring perdana. Mensyukuri pemberian Sang Maha Pencipta dengan alam indah di negri kita ini, menyadarkan hati dan pikiran untuk terus melakukan hal baik dan bermanfaat bagi setiap orang. Terimakasih Bang Sumito, Kardi, Fajar Aliansyah telah memberi kesempatan saling berbagi dan mengisi satu dan lainnya.

Seluruh video dapat dilihat youtube bungshuwan. 08 Maret 2017 pukul 17.00 WIB terjawab sudah lelahku, bahagiaku...

  
          

Rabu, 25 Januari 2017

         Setiap manusia pastinya ingin menikmati kebahagiaan di hari tua, berbagai hal dilakukan ketika masih memiliki tenaga dan pikiran yang masih fresh demi menjamin dapat menikmati hasil perjuangan selagi muda untuk kebutuhan di masa depan. Salah satunya dengan menjadi peserta dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)  Ketenagakerjaan merupakan lembaga milik pemerintah yang memberikan beberapa program untuk seluruh masyarakat Indonesia diantaranya program jaminan hari tua yang dapat diakses melalui http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Hari-Tua-(JHT).html dan program jaminan pensiun yang dapat diakses melalui http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Pensiun.htm dengan demikian setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat melihat jumlah saldo melalui aplikasi BPJSTK Mobile melalui android dan sudah merupakan lifestyle di era digital bahkan sudah berbasis SMS kepada peserta yang berjalan secara otomatis dan terjadwal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir resiko terjadinya tunggakan iuran perusahaan dikarenakan petugas perusahaan lupa atau belum diingatkan dalam melakukan pembayaran iuran bulanan, selain melalui perusahaan peserta juga dapat menjadi peserta melalui individu.
                   
       Saya pribadi  pernah mencairkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan ketika telah habis kontrak dari salah satu bank milik pemerintah melalui outsourching, cukup menyita waktu karena antri banyaknya orang yang ingin mencairkan dana BPJS Tenagakerja begitu orang menyebut pada umumunya karena sebagian orang tidak mengetahui apakah itu program jaminan hari tua atau jaminan pensiun, disinilah peranan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat Indonesia agar lebih mengerti dan memahami sistem administrasinya. Ketika hendak mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan ini juga ada syaratnya, seingat saya ada mengisi formulir terlebih dahulu, ketika mengisi formulir juga disitu tertera nomor rekening tujuan bank, karena saya memiliki rekening bank mandiri maka saya isi nomor rekening tersebut tapi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan malah menyarankan ke bank jawa barat, otomatis saya harus membuka rekening dulu di bank jawa barat. Saya tetap berpikir positif bisa jadi karena KTP saya KTP daerah padahal sudah e-KTP padahal saya sudah menyertakan fotokopi buku tabungan bank mandiri bukan hendak menyebutkan kalau bisa dipersulit kenapa harus dimudahkan begitulah yang terlintas dipikiran saya pada saat itu. 

      Ada juga beberapa syarat juga seperti Kartu Keluarga,  terus Surat Paklaring ini juga saya mengurusnya cukup membuat repot dikarenakan saya dari outsourching maka saya harus memiliki dua surat  paklaring yakni dari bank mandiri dan dari perusahaan outsourchingnya yang menyatakan bahwa saya pernah bekerja di perusahaan outsourching yang kemudian ditempatkan di bank mandiri. Karena saking banyaknya orang yang ingin mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan belum lagi kantor BPJS nya buka orang-orang sudah pada antri diluar dan itu juga dibatasi hanya sampai jam 12.00 siang belum lagi menunggu nomor antrian ketika itu saya hanya sempat menggerutu sebegitu sulitnya administrasi di Negara ini kalau dipikir ini uang milik sendiri tapi mencairkannya cukup repot. Ini permasalahan yang saya hadapi ketika mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan setiap orang memiliki permasalahannya masing-masing ada juga yang saya temui orang yang masih memiliki kartu ASTEK (Asuransi Tenaga Kerja) jauh sebeluh Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja)  hanya karena berbeda nama KTP dengan yang di kartu ASTEK maka orang yang saya ketemui itu hanya menggerutu rada jengkel harus mengurusnya sampai minta keterangan kantor lurah. Selain kasus yang saya sampaikan ada juga seorang  ibu yang ingin mengurus BPJS Ketenagakerjaan tapi lagi hamil tua tinggal menunggu hari lahirnya saja melihat keadaannya tidak wajar jika seorang ibu itu ikut antri karena untuk pencairan tidak bisa diwakilkan harus peserta sendiri yang boleh mencairkannya maka boleh diberikan surat keterangan sedang hamil dari puskesmas untuk dapat diwakilkan kemudian harinya, memang untuk mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan tidak cukup satu hari karena saya sendiri mengalaminya dan keesokan harinya ketemu kembali dengan orang-orang yang memiliki permasalahan masing-masing.

      Saya cukup apresiasi kepada para pekerja BPJS Ketenagakerjaan karena banyaknya orang yang datang dan memberikan pelayanan kepada masyarakat mengenai BPJS Ketenagakerjaan walaupun sebagian orang merasa jengkel dengan urusan administrasi yang menyita waktu karena bagaimanapun juga memang dana BPJS Ketenagakerjaan itu akan sampai ke rekening peserta masing-masing sesuai dengan perhitungan berapa lama bekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, tujuan penulisan ini sebagai lomba blog yang diselenggarakan oleh http://blog.detik.com dan berharap menjadi informasi bagi masyarakat yang sedikit banyaknya belum megetahui program BPJS Ketenagakerjaan. Terimakasih.

 



         

Selasa, 10 Januari 2017

       Berbicara mengenai komunitas berkaitan dengan berbagai pihak dan merupakan wahana setiap individu untuk menyampaikan tujuannya seperti ada yang menambah pengetahuan, teman, ide serta gagasan. Sobat budaya itulah nama komunitas ini merupakan sebuah komunitas dengan program mengumpulkan data tentang budaya Indonesia dengan membentuk Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) melalui Gerakan Sejuta Data Budaya (GSDB) mengingat negara kita kaya akan berbagai budaya. Banyak hal yang masih perlu dikaji karena budaya tradisional itu ada makna yang tersirat contohnya dalam pakaian batik ternyata leluhur kita sudah berpikiran maju dengan Geometri Fraktal #kodenusantara.
           
      Dengan adanya perpustakaan digital budaya Indonesia maka setiap orang lebih mudah mengakses baik itu mengenai kuliner, tarian, nyanyian yang secara keseluruhan dimuat kedalam peta kekerabatan melalui kerjasama dengan semangat kegotong-royongan  #PestaKomunitas2017 dari daerah seluruh nusantara. Perlindungan terhadap budaya tradisional dapat kita lihat bersama banyaknya budaya tradisional maka perlu Rancangan Undang-Undang Perlindungan & Pemanfaatan Pengetahuan Tradisional & Eksplorasi Budaya Tradisional yang mudah-mudahan dapat terealisasi. Kemudian sebagai bahan penelitian berkelanjutan tentang budaya tradisional Indonesia untuk memunculkan inovasi baru yang berlandaskan budaya nusantara demi berkembangnya serta terwujudnya ekonomi kreatif masyarakat.

Selasa, 08 November 2016

       Teringat nyanyian "cangkul-cangkul, cangkul yang dalam tanahnya longgar jagung ku tanam" ini jagung yang ditanam bukan padi, emang orang Indonesia makanan pokoknya jagung ???  itukan hanya sebuah lirik lagu, dan cangkul sebagai alatnya maka nyanyian ini sampai sekarang tetap terngiang di kepala. Tidak ada hubungannya dengan nyanyi ini kenapa orang merokok ??? Apa karena aromanya ??? Apa karena asapnya ??? Apa karena rasanya ??? Atau biar dibilang keren ??? Ini semua tidak ada kaitannya, ada yang bisa jawab ??? Ok, karena yang bertanya dan pendengar menjawabnya, jawabannya cukup sederhana rokok kalau masih panjang dipakai kalau udah pendek ya orang gak bakalan merokok.
        Waktu melewati sebuah jalan ada tulisan begini "Nasi Goreng 57 Sea Food 58" secara biasa tak ada yang istimewa disini tapi memang klo dibaca angka 57 58 bisa aja dibaca "maju mapan" bagi yang memahami itukan cuma arti biasa, ya kan orang orang biasanya atau orang pada umumnya suka yg singkat-singkat. Sesekali sering juga mendengar kata-kata aneh yg emang terdengar aneh sampai seseorang menyampaikan awas salah dengar.
         Salah ngomong dan salah dengar yang penting jangan saling menyalahkan, tidak ada ini yang benar dan itu yang salah, hanya untaian cara,niat,ucapan dan perbuatan agar tercipta harmonisasi keberagaman.

Jumat, 04 November 2016

            Setelah hari-hari terlewati bisa jadi hari ini tanggal 04 November 2016 akan diingat oleh Republik Indonesia, kenapa begitu ??? Segala sesuatunya mengenai urusan agama, politik, ekonomi, hukum dan lainnya saling terkait, jika satu diusik maka kebersamaan ikut terusik juga, masyarakat beramai ramai turun ke jalan ya dengan harapan berjalan damai dengan segala antisipasinya baik dari pihak pendemo yang membawa tanaman jikalau terjadi kerusakan pada taman-taman indah pemerintah, demikian halnya dengan pihak yang didemo menyiapkan dari alat pengamanan dengan menggunakan simbol pakaian surban dan kupyah serba putih untuk meredam timbulnya emosi kalu diamati dari sisi luar masing-masing pihak yang mengikuti rangkaian kegiatan.
          Berbagai macam hal akan muncul mulai dari yang menegangkan sampai hal yang lucu bahkan unik bertebaran dan menjadi sorotan pemberitaan dijagad media untuk mengingat hari ini. Sehari ini akan terlewati sebagai bahan pembicaraan dan tulisan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia karena diawal yang saya sebutkan di negara ini satu dan yang lainnya saling terkait atau memang sengaja dihubung-hubungkan. Kalau memang hanya diam setiap orang dapat melakukannya, jika diminta memberikan opini juga setiap orang bisa melakukannya ya kembali kepada masing-masing individu dalam menyikapi yang penting jangan menipu diri sendiri, jika benar katakan benar jika salah katakan salah, kejujuran dan kebenarian itu tidak dicari melainkan hadir pada diri sendiri bagi individu yang menyadarinya.

Kamis, 03 November 2016

        Beberapa hari yang lalu saya banyak belajar dengan seorang bapak punya hoby memang ngobrol dengan segala jenis orang dia ajak berbicara mulai dari anak-anak sampai seumuran dia. Pernah dia ketemu dengan anak-anak sekitaran kelas 5 SD kemudian dia bercerita begini ;
Sianak : "Pak, bapak kenal diki ga ???"
Sibapak : Diki yang mana ??
Sianak : "Diki yang anaknya Bu Lin"
Sibapak : Diki yang anak Bu Lin mana nih, si bapak                   berpikir
Sianak : "Bapak masa ga tau DikiBuLin"
SIbapak : anak kelas 5 SD bisa aja bercandanya pake bawa dikibulin sgala hhahahaha.
            Trus si bapak cerita lagi waktu lewat dari depan sebuah pabrik, sambil menunjuk ke arah security, itu tulisan koq aneh banget ya katanya kepada ku, aneh gimana pak tanya ku ? huruf O diganti dengan huruf A, ya iya jelas aneh baca tulisannya jadi "TAMU HARAP LAPAR 1 X 24 JAM" ga sempat memoto tulisan kami pun berlalu dengan menahan lapar dan tawa.
              Melanjutkan perjalananan si bapak bercerita, saya heran liat wanita zaman sekarang lagi musim celananya pendek-pendek, apa ga masuk angin ntar klo jalan sambil menunjuk kesebuah kendaraan umum, coba bayangin aja kalau huruf T diganti dengan huruf S kan "ANGKUTAN PERKOSAAN" hihihihi...

Sabtu, 22 Oktober 2016

       Sering saya mendengar istilah hanya untuk mengisi yang “sejengkal”, ya perut kalau diukur menggunakan tangan sendiri panjangnya hanya sejengkal tangan kita. Berbagai jenis makanan ditemui dalam kehidupan sehari-hari, kalau sudah lapar tidak menghiraukan soal enak atau tidaknya apalagi sampai bahkan memikirkan kandungan gizi makanan yang dimakan hanya terpintas yang penting kenyang. Hal ini sudah biasa terjadi bagi masyarakat pada umumnya dan bagi diri saya sendiri tentunya. Pola makan yang tidak teratur juga kerap kita lakukan karena sudah menjadi kebiasaan mulai dari sarapan, makan siang, sampai makan malam yang berakibat buruk bagi kesehatan dan gizi yang diperoleh tubuh tidak terserap dengan baik.
       Ketika saya tinggal dengan bersama orang tua sampai zaman SMA pagi itu sarapan nasi dengan ikan goreng laut sambal balado, siang dibawain bekal nasi plus ikan goreng laut sambal balado lagi, dan malam juga begitu terkadang kami juga hoby makan kerang rebus dimalam hari mengingat daerah asal saya merupakan wilayah dataran rendah pinggir laut pesisir teluk Sibolga. Disana banyak jenis olahan makanan dari hasil laut mulai dari yang bernama ‘panggang pacak’ dan ‘panggang geleng’ kedua jenis makanan ini sudah sangat familiar bagi warga Sibolga dan bagi yang sudah berkunjung kesana atau bagi yang mau berkunjung. Pembuatan kedua menu ini tidak begitu sulit juga tidak begitu mudah. ‘Panggang pacak’ biasanya menggunakan ikan kakap kemudian dilumuri bumbu dari kelapa, cabai, kunyit, serai, asam, garam yang telah dihaluskan secara keseluruhan kemudian dipanggang di bara api, lalu dioleskan bumbu-bumbu tersebut tadi dengan batang serai kepermukaan ikan kakap dengan bara api maka bumbu-bumbu tersebut akan lebih meresap dan nikmat. Lain halnya dengan ‘panggang geleng’  bahan utamanya ikan gambolo kata orang sibolga atau ikan kembung orang menyebutnya, pembuatannya cukup hati-hati dengan membelah perut ikan kemudian membersihkan daging ikan agar terlepas dari tulang-tulang ikan dan tetap menjaga agar kulit ikan tidak hancur. Setelah itu campurkan dengan bumbu ketumbar, kelapa, kunyit, bawang, cabai, garam yang telah dihaluskan dengan daging ikan kembung. Prosesnya cukup rumit bumbu yang telah menyatu dengan daging ikan tadi dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan selanjutnya dilumuri kocokan telur lalu digoreng. Cukup membuat geleng-geleng kepala sesuai namanya ‘panggang geleng’ yang masaknya dengan cara digoreng bukan dipanggang.J
       Beranjak masa kuliah harus terpisah dari orang tua menuju kota Padang di sini lebih banyak kulinernya, sampai teringat kalimat kalau ada orang Padang sampai ke bulan bisa jadi buka rumah makan padang ada di sana. Kalau di Padang jarang makan hasil olahan laut padahal wilayahnya tepi laut juga, uniknya di Padang berbagai makanan yang baru saya saya makan seperti ‘ikan bilih’ dan ‘kerang pensi’ yang cuma ada di danau maninjau.
      Untuk olahan makanan laut sangat banyak kita temui diseluruh wilayah Indonesia, karena sebagian besar Indonesia adalah laut. Bosan dengan jenis olahan ikan laut, ada pilihan lain seperti udang, kepiting dan kerang. Disini saya akan mencoba menikmati jenis olahan laut kerang, https://www.youtube.com/watch?v=dkSh0PPKAGw&feature=youtube_gdata_player ya memang bagi sebagian orang ada beberapa jenis olahan makanan laut menimbulkan alergi tapi bagi saya sendiri itu tidak berlaku, karena saya anak pantai cinta damai yang tidak punya hubungan dengan alergi. Ternyata ada berbagai jenis kerang yang dapat dinikmati sesuai dengan selera yang diinginkan, semoga tulisan ini bermanfaat dan mudah-mudahan menjadi salah satu blog untuk mengikuti kompetisi jelajah gizi ke Manado, ngarep...