Minggu, 03 Juli 2016


Sabtu, 25 Juni 2016



Selasa, 19 Januari 2016

Sea


Merayumu ternyata sampai meneteskan air mata, tidak menyangka akan membuat bertambahnya rasa syukur yang amat terindah demi kebahagiaan makhluk yang bernama manusia, tercipta dengan logika dan hati saling menyalahkan demi memperkuat keyakinan diri dalam melangkah kemanapun itu arah dan tujuannya, jika memang kebahagiaan menjadi tujuan utama maka suatu pengharapan akan memenuhi tujuan dengan mengharapkan suatu waktu dapat memberikan rasa bahagia yang telah dirasakan seperti bahagia yang telah diberikan. Ibu...

Berjalan lagi aku telah merasakan hal yang sama sebelumnya dimana arti penghidupan untuk ku jalani sebenarnya, haruskah ku pasrahkan ini tetaplah merangkak dari keputusasaanmu berkeyakinan jangan menyerah semua pasti ada ilusi dalam mengarungi suatu yang tak bertepi disebut kasih sayang.

Senin, 18 Januari 2016

Saya tidak memahami arti dari diam-nya seseorang, bagi saya tampak begitu dekat dengan kesepian dan membentuk rasa ingin mengetahui terhadap setiap apa yang dilakukannya. Ketika dia mulai mengutarakan apa yang ada dipikirannya, saya mengikuti dan menjadi pendengar yang baik baginya, terkadang saya hanya menjawab dengan jawaban "ooo begitu" dan disaat itu pula muncul rasa ketidakpedulian terhadap apa yang telah terucap dari mulutnya, karena sejauh ini saya tidak mengetahui apa yang tersimpan didalam hatinya. Ketika menurut saya biasa belum tentu bagi seseorang itu hal yang biasa, karena kebiasaan menurut saya akan berbeda dengan apa yang biasa menurut kebiasaannya. Perlahan saya mulai meyakinkan diri dengan keadaan yang seperti ini setiap harinya, bertemu dengan diam yang sepi....
Kalau begitu mari sejenak menghirup udara segar yang menyerahkan diri dengan kepasrahan bukan berarti tidak melakukan usaha, berbagai macam hal ucapan mulai terangkai dalam suatu tulisan, terkadang saya tertawa dalam diam, atau hanya sekedar ingin mengendurkan otot wajah yang terasa kaku untuk mengartikan kejenakaan setiap ucapan, boleh saja saya menertawakan diri sendiri, orang lain menertawakan saya atau saya menertawakan orang lain karena setiap orang dapat menilai dan memberikan ucapan kepada dirinya sendiri, itu hal yang lucu, ternyata dia ga bisa diajak bercanda, orangnya seriusan, segala macam hal dapat terjadi tertawa dalam diam...
Bersikap wajar sebagaimana mestinya tidak ada yang perlu ditutupi, berusaha dengan seelegan mungkin apa adanya, ya beginilah mau diapakan lagi akan tiba waktunya sampai dibatas mana diam mu, karena setetes embun yang jatuh ke tanah, akan mempunyai arti bagi heningnya dingin udara pagi.

Minggu, 17 Januari 2016

Baiklah setelah setahun tidak pernah melakukan kegiatan tulis-menulis, dan hampir saja saya lupa dengan keberadaan blog ini, dari dulu saya berniat ingin mengubah hidup saya terutama blog yang saya banggakan menjadi domain (dot) com. Mengingat pekerjaan yang saya lakoni sekarang ini seorang 'desk call' disalah satu bank milik pemerintah melebihi sibuknya seorang supir bis angkutan perkotaan yang harus mengejar setoran merk ga usah disebutkan sudah terlalu biasa di Jakarta, karena semuanya sudah ada vendornya masing-masing, desk call punya vendor jangan-jangan para supir disini juga melalui vendor padahal ini tidak ada kaitannya karena setiap pekerjaan pasti ada target yang harus dicapai. Selanjutnya saya akan bercerita pekerjaan saya yang dimulai hari senin-jumat mulai dari pukul 07.30-17.00 WIB dan terkadang lembur wilayah penagihan Kalimantan yang saya sendiri belum pernah kesana.
Di wilayah Kalimantan banyak perusahaan tambang batu-bara dan saya harus menagih para pekerja tambang yang ada disana, mereka melakukan peminjaman tanpa agunan di bank tahun 2008 atau dibawah tahun ini dan sekarang harus ditagih bayangin saja seorang debitur tersebut ditagih via telpon, dengan nomor telpon seadanya, beserta nomor daruratnya. Kasus pertama 
Me : "Halo selamat pagi saya vovo dari bank....., bisa bicara dengan bapak fulan ?"
Debitur : "salah sambung !!!!" belum apa-apa sudah dimatikan.
Kasus kedua,
Me : "Halo selamat siang saya vovo dari bank....., bisa bicara dengan bapak fulan ?"
Debitur : "ya selamat siang, saya sendiri"
Me : "mengenai tunggakan bapak di bank.... bagaimana ?"
Debitur : "baiklah saya akan bayarkan di akhir bulan tanggal 25anlah".
Ternyata yang bersangkutan sudah di phk, dan 'desk call' seperti saya kembali di php.
Kasus ketiga, 
Me : " Halo, selamat sore saya vovo dari bank....., bisa bicara dengan bapak fulan ?"
Debitur : "ya ini tunggakan saya yang di bank mana ? soalnya saya cukup banyak tunggakan bukan di bank ini aja, tapi di bank ini, bank itu....bla bla bla"
Sekian lama perdebatan melalui telpon akhirnya akhirnya pembicaraan tidak menemukan titik temu. Itulah makanya ini disebut dengan 'recovery'.
Mengenai dampak lingkungan sosial dengan adanya pertambangan di suatu daerah bisa jadi meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di wilayah tersebut, maka timbullah lapangan pekerjaan yang dapat mendongkrak, kehidupan masyarakat sekitar pertambangan.
 Di sisi lain dampak negatif yang ditimbulkan juga sangat dekat dengan pengrusakan lingkungan jika tidak diseimbangkan dengan penghijauan wilayah sekitar pertambangan, perebutan wilayah kekuasaan bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan, jatah ini-itu semuanya saling terkait, karena demikian halnya dengan kasus-kasus yang pernah ada di negara yang sama-sama kita cintai ini.


Sabtu, 18 Oktober 2014

  
Ok...!!! Karena kesibukan yg serba sibuk menyambut kedatangan ibu dari tanah suci, maka saya akan mencoba menuliskan beberapa hal tentang kota kelahiran Sibolga, Tapanuli-Tengah, Sumatra-Utara  :
  1. Hal pertama yang didapat ketika berada di kampung halaman ini yaitu laut, karena warga Sibolga dan  Tapanuli tengah hobynya ke laut paling nggak duduk manis mandangin laut dan curhat ma tu laut, udah itu aja.
  2.  Bertemu sanak saudara family teman teman dan bercerita tentang apa saja yang gak perlu diceritain mulai dari teman-teman yg pada nikah dan punya anak terus kapan nyusulnya, kerja apa, gaji berapa, bla bla bla....
  3. Makanannya.... ini dia, kepiting disini memang paling gak bisa dilupain, dan beruntung punya saudara yang sukses menjadi 'toke'  kepiting, tuhhh kepiting gratisss tiss, dan karena efek si ibu pulang menunaikan ibadah rukun islam yang ke-5 : )
  4. Selain makanan laut ada juga yg namanya  'nasi tuek'  ini juga yg membuat kangen kembali kesini, pembutannya cukup mudah dari pulut dan disirami kuah yg terbuat dari gula merah serta beraroma dan sedikit berasa durian ini dia yg buat mulut dan perut semakin menyatu menguyahnya.
  5.  Martabak,, memang tidak ada yg spesial dari penjaja martabak berletak di perepatan simpang jalan mesjid kota Sibolga ini, sudah turun temurun kata  'mamak' panggilan akrab atau yg berarti paman, karena orang tua saya hoby makan martabak nya yang hanya diberi  selai srikaya selain martabak 'mamak' ini juga penjual kue pancung dan martabak rasa lainnya.
          Sedikit banyaknya beginilah yg saya alami selama di kota Sibolga, Tapanuli-Tengah, di saat mudik dengan waktu yg berawal dari kedatangan ibu, terimakasih telah menjadi sebuah tulisan disini...